Posted by: kuncungku | December 24, 2009

MOTIVASI DIRI

Motivasi Diri

Cara setiap orang memotivasi diri berbeda – beda tapi tujuannya sama untuk memperoleh kebahagiaan lahiriah dan batiniah, mengapa motivasi penting? Kehidupan manusiia ada kebutuhan kebutuhanya dapat kita ambil dari teori Maslow yaitu phisiology need, sfety need, social and belong need, esieer need dan self need. Contoh kebutuhan dari teori Maslow yaitu fisiologi contoh kebutuhan sesorang untuk mempunyai keluarga sehingga termotivasi untuk bekerja mandiri, kebutuhan keamanan memotivasi sesorang untuk aman dalam hidup seperti jaminan keamanan kerja yang merupakan segalanya bagi setiap orang, kebutuhan social sesorang memotivasi diri untuk pengakuan dari masyarakat contoh seorang preman tidak ingin dicap sebagai penyakit masyarakat atau kriminalis di lingkungan social ia pun memotivasi diri untuk bertobat dan berkerja secara halal agar kebutuhan sosialnya terpenuhi sedangkan kebutuhan kepemilikan yaitu motivasi untuk memiliki sesuatu yang didambakan contoh seorang pria ingin memiliki keterampilan reparesi motor agar terpenuhi kebutahan kepemilikan akan keahlian ia pun belajar pada yang ahli, kebutuhan kemudahan dalam hidup manusia selalu ada rasa ingin merasakan kemudahan maka seseorang harus termotivasi melakukan hal tersuit sekali pun dan terakhir aalah kebutuhan pribadi motivasi diperlukan untuk kebutuhan pribadi untuk tetap menjalankan hidup dengan penuh gairah sehingga kebutuhan motivasi pribadi ini pun menghasilkan hasil yang luar biasa. Ada 2 faktor sesorang memotivasi diri yaitu adanya rasa tidak puas dari hasil kerjanya atau feed back yang dirasakan sehingga ada koreksi untuk memotivasi kerjanya adapun adanya rasa puas dari hasil kerjanya sehingga sesorang mempertahankan cara kerjanya. Dalam kehidupan manusia ada yang namanya prestasi dan dibarengi dengan penghargaan yang berhubungan dengan teori Maslow yaitu kebutuhan pribadi menurut Mc Clelland motivasi timbul karena ada kebutuhan prestasi, kebutuhan afiliasi dan kebutuhan kekuasaan. Motivasi dalam diri manusia pastilah dibarengi dengan usaha yang berujung harapan teori harapan yaitu harapan seseorang untuk berusaha dan menghasilkan prestasi
(effort performance) dan harapan tersebut ada perolehan hasil (performance outcome), teori arapan tadi adalah hasil yang diharapkan motivasi juga timbul oleh teori keadilan sesorang akan berada dalam keadaan objektif setelah melihat hasil usahanya dengan orang lain dan membandingkannya dengan usaha orang lain (comparison other) dan jika ia tahu kekurangannya koreksi kekurangan apa yang menyebabkab uasahanya tidak optimal dengan membandingkan tadi dan atas teori keadilan maka ia termotivasi untuk berusaha lebih keras lagi nah inilah teori keadilan yang berhubungan dengan motivasi, teori klasik oleh F.W Taylor segala sesuatu yang dilakukan dengan semangat pasti mengharapkan imbalan teori ini berhubungan dengan teori harapan dalam teori harapan motivasi untuk harpan perolehan hasil yang didambakan memacu untuk bersemangat (sesuai teri klasik) hasil kerja ini berhubungan dengan imbalan yang diharapkan. Sebaik – baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain ini sesuai teori human relations yaitu apabila orang berkerja maka dia akan dibutuhkan setiap manusia akan bahagia bila saling membutuhkan karena setiap orang memiliki keterbatasan diri bekerja akan kebutuhan masing – masing dan ini berhubungan dengan teori Maslow kebutuhan social yang menimbulkan motivasi diri.
Hal – hal yang membuat saya termotivasi adalah adanya kebutuhanbaik diri sendiri maupun orang tua, membandingkan aksi atau tindakan orang lain dalam mencapai goal sehingga ada koreksi dalam diri saya untuk memotivasi lebih baik dan terakhir adanya harapan
Motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan.
Motivasi dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu :
a. Motivasi Fisiologis
b. Motivasi Psikologis.
Teori-Teori Motivasi
a. Teori X dan teori Y Mc Gregor.
Anggapan-anggapan yang mendasari teori X :
1. Rata-rata para pekerja itu malas, tidak suka bekerja, dan akan menghindarinya bila dapat.
2. Karena pada dasarnya pekerja tidak suka bekerja, maka harus dipaksa, dikendalikan, dipelakukan dengan hukuman, dan diarahkan untuk pencapaian tujuan organisasi.
3. Rata-rata para pekerja lebih senang dibimbing, berusaha menghindari tanggung-jawab, mempunyai ambisi yang kecil, keamanan drinya di atas segala-galanya.
Anggapan-anggapan yang mendasari teori Y :
1. Usaha phisik dan mental yang dilakukan manusia dalam bekerja adalah kodrat manusia, sama halnya dengan bermain atau beristirahat.
2. Rata-rata manusia bersedia belajar, dalam kondisi yang layak, tidak hanya menerima tetapi mencari tanggung-jawab.
3. Ada kemampuan yang besar dalam kecerdikan, kreativitas dan daya imajinasi untuk memecahkan masalah-masalah organisasi yang secara luas tersebar pada seluruh karyawan.
4. Pengendalian ekstern dan hukuman bukan satu-satunya cara untuk mengarahkan usaha pencapaian tujuan organiasasi.
5. Keterikatan pada tujuan organisasi adalah fungsi penghargaan yang diterima karena prestasinya dalam pencapaian tujuan itu.
6. Organisasi seharusnya memberikan kemungkinan orang untuk mewujudkan potensinya, dan tidak hanya digunakan sebagian.
b. Teori Hirarki Kebutuhan Maslow

Menurut Maslow ada 5 kebutuhan dasar manusia yang membentuk hirarki kebutuhan, yaitu :
1. Kebutuhan Fisiologis
2. Kebutuhan Keamanan
3. Kebutuhan Sosial
4. Kebutuhan Penghargaan
5. Kebutuhan Aktualisasi Diri
c. Teori Motivasi Berprestasi Mc Clelland
Menurut Mc Clelland, seseorang dianggap mempunyai motivasi prestasi yang tinggi, apabila dia mempunyai keinginan untuk berprestasi lebih baik dari pada yang lain dalam banyak situasi.
Mc Clelland memusatkan perhatiannya pada tiga kebutuhan manusia yaitu :
1. Kebutuhan Prestasi
2. Kebutuhan Afiliasi
3. Kebutuhan Kekuasaan.
. Teori Motivasi Dua Faktor Herzberg
Menurut Herzberg ada dua faktor yang mempengaruhi motivasi kerja seseorang dalam organisasi, yaitu pemuas kerja (job satisfier) yang berkaitan dengan isi pekerjaan dan penyebab ketidakpuasan kerja (job dissafisfiers) yang bersangkutan dengan suasana pekerjaan Satisfiers disebar motivators dan dissatifiers disebut faktor-faktor yang higienis.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: