Posted by: kuncungku | April 17, 2010

Mengapa terjadi Insomia dan apa solusinya

Mengapa terjadi insomnia dan apa solusinya?
Gejala insomnia adalah hal abnormal waktu tidur ia terjaga dan waktu terjaga ia kelelahan / tidur. Insomnia dapat di lihat dari cara kebiasaan tidur ada yang teratur maupun tidak teratur, psikologis yaitu keadaan psikis kita sedang mengalami stresskah bersifat emosional, hal – hal yang dilakukan secara fisik seperti orang yang bekerja lebih banyak akan lebih menikmati tidurnya dibandingkan orang yang melakukan pekerjaannya sedikit dan resiko insomianya pun lebih kecil, kesehatan mempengaruhi tidur contoh penderita stroke, alzheimer akan mempengaruhi frekuensi tidurnya dan adapun input-an pada tubuh kita yang mempengaruhi minat tidur seperti pemakaian obat – obatan biasanya ada obat yang berindikasikan, alcohol, obat terlarang. Bantuan bagi penderita insomnia yaitu memberikan suasana yang mendukung untuk tidurnya seperti tempat tenang nyaman sinar lampu jika perlu music klasik, dongeng atau hal – hal yang membuat terlelap atau bagi insomnia yang tidak merasa lelah ia dapat melakukan aktifitas fisik seperti mengepel, mencuci dll, jika insomnia karena stress coba dengarlah ceramah atau nasihat keagamaan, motivasi, curhat ini dapat membantu otak untuk berpikir dalam dan dan efek lelah berpikir itu membantu untuk proses tertidur atau minum obat stress. Kompilkasi pada penderita insomnia adalah obesitas, tekanan darah tinggi, serangan jantung, diabetes, penurunan system kekebalan tubuh dan kelainan psikologis.
Usia mempengaruhi perubahan tidur makanya tidak heran jika sesorang semakin bertanbah umur akan melakukan shalat malam lebih sering karena perubahan tidur berkurang dan masa – masa banyak tidur adalah masa muda. Ilmuwan di amerika melakukan survey pada penduduknya ternyata tidur itu dianjurkan untuk cukup tidak kurang dan lebih karena tidur mempengaruhi psikologis seseorang dimana psikologis adalah gambaran gaya hidup tidur sesorang, orang yang tidur lebih cepat dan bangun lebih cepat memiliki psikologis yang baik berarti ia dapat menistirahatkan badannya saat lelah dan ia pun bangun sebelum tidur berlebih yang mengakibatkan mengurangi semangat hidup dan ini menjadi analisa seseorang untuk bersemangat di saat bangun karena mempengaruhi umur.
sebuah survei dari 1,1 juta penduduk di Amerika yang dilakukan oleh American Cancer Society menemukan bahwa mereka yang dilaporkan tidur sekitar 7 jam setiap malam memiliki tingkat kematian terendah, sedangkan orang-orang yang tidur kurang dari 6 jam atau lebih dari 8 jam lebih tinggi tingkat kematiannya. Tidur selama 8,5 jam atau lebih setiap malam dapat meningkatkan angka kematian sebesar 15%. Insomnia kronis – tidur kurang dari 3,5 jam (wanita) dan 4,5 jam (laki-laki) juga dapat menyebabkan kenaikan sebesar 15% tingkat kematian. Setelah mengontrol durasi tidur dan insomnia, penggunaan pil tidur juga berkaitan dengan peningkatan angka kematian. Dikutip dari http://www.wikipedia.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: